Rotterdam – Manajer Manchester City Josep Guardiola membenarkan, timnya masih berkembang. Alhasil, Guardiola belum bisa mengukur sejauh mana laju City di musim ini.

Manajer Spanyol itu menorehkan debut musimnya membesut City dengan nirgelar, termasuk eliminasi di babak 16 besar Liga Champions. Alhasil, The Citizens melakukan belanja besar-besaran di bursa musim panas dengan menghabiskan lebih dari 220 juta pound sterling untuk menggaet Ederson, Benjamin Mendy, Danilo, Bernardo Silva, dan Kyle Walker.

Di musim keduanya, tuntutan besar dihadapkan pada Guardiola. City bukan hanya diharuskan bisa menorehkan prestasi di level domestik, namun juga wajib berbicara banyak di pentas Eropa. Sejauh ini, laju terjauh City di Liga Champions adalah semifinal pada 2015-16, saat masih dilatih Manuel Pellegrini.

City tergabung di Grup F bersama Feyenoord, Napoli, dan Shakhtar Donetsk. Guardiola belum mau membahas peluang juara timnya.

“Saya sangat puas (aktivitas transfer City di musim panas), tapi saya tidak tahu. Percayalah, saya tidak tahu apakah kami bisa bersaing untuk titel juara saat ini karena kami masih dalam proses berkembang,” Guardiola mengatakan di Guardian.

“Kami senang dengan para pemain yang kami punya. Kami bisa main bagus, lebih baik daripada musim lalu’. Namun, jujur, saya tidak tahu. Kita lihat saja apa yang akan terjadi.”

“Musim lalu kami main bagus, tapi tidak cukup (menyerah gol tandang melawan AS Monaco di babak 16 besar). Kami tidak bermimpi — ketika Anda berada di posisi (memiliki kans) sebaiknya tetap tenang. Ketika Anda tiba di fase-fase akhir Anda bisa mengatakan mimpinya sudah dekat, tapi untuk sekarang masih amat jauh.”

City akan melakoni laga pertamanya dengan melawat ke Rotterdam untuk menantang Feyenoord, Kamis (14/9/2017) dinihari WIB.

()

NO COMMENTS