Skopje – Red Devils sepertinya memang tidak berjodoh dengan Piala Super. ‘Setan Merah’ kembali gagal merebut trofi itu usai dikalahkan Real Madrid.

Pada laga Piala Super Eropa yang dihelat di Arena Philip II, Rabu (9/8/2017) dinihari WIB, MU takluk dengan skor 1-2 dari Madrid. Dua gol Madrid dari Casemiro serta Isco hanya sekali mampu dibalas Romelu Lukaku.

Usaha MU mengejar ketertinggalan di sisa pertandingan tak berbuah hasil dan mereka pun gagal mendapat trofi pertamanya musim ini. Wajar saja jika Jose Mourinho begitu kecewa dengan kekalahan itu mengingat salah satu gol Madrid yang dibuat Casemiro dianggap offside.

Meski demikian, Mourinho bisa mengutuk alasan lain terkait nasib sial yang kerap ditemui MU saat berlaga di Piala Super Eropa. Sejak turnamen ini digelar tahun 1972, MU baru empat kali tampil dan hanya sekali mereka mampu menjuarainya.

Itu di tahun 1991 saat Setan Merah yang berstatus sebagai juara Piala Winners mengalahkan Red Star Belgrade di Old Trafford. Setelah itu MU tampil lagi di ajang itu sebanyak tiga kali termasuk tahun ini yang semuanya berujung kekalahan.

Usai menjadi juara Liga Champions tahun 1999, MU takluk 1-2 dari Lazio dan di tahun 2008, masih berstatus juara dari ajang yang sama, The Red Devils takluk dari Zenit St-Petersburg selaku juara Piala UEFA.

“Jujur saja, ketika Anda meraih kesuksesan maka saya tidak melihat Piala Super Eropa sebagai sesuatu yang penting,” ujar mantan manajer MU Sir Alex Ferguson seperti dikutip Soccerway sebelum pertandingan.

“Biasanya digelar di Monako hari Jumat dan kami harus bermain di liga hari Seninnya. Kami hanya punya dua hari persiapan,” sambungnya.

“Jadi di laga melawan Lazio dan Zenit, saya memutuskan menurunkan pemain muda. Saya minta maaf karena melakukan itu dan saya kasih tau alasannya karena Lazio menganggap itu sebagai final Piala Dunia.”

“Tapi coba tanyakan kepada suporter apakah mereka lebih ingin jadi juara liga atau Piala Super Eropa. Saya sudah tahu jawabannya kok,” tutupnya.

()


NO COMMENTS